Robert Lee Frost adalah salah seorang
penyair Amerika Serikat yang paling besar dan itu terbukti dengan empat kali
menerima penghargaan Pulitzer.
Salah satu karya
beliau yang membuat saya kagum adalah "The Road Not Taken
Robert Frost – The Road Not Taken
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Belajar hidup bisa
lewat media apapun, jika kita bijak. Dalam puisi ini sedikit yang saya pelajari
yaitu tentang pilihan dalam hidup.
Two roads diverged in a yellow wood merupakan kiasan tentang hidup ini memiliki
pilihan. And sorry I could not travel
both dan yang namanya pilihan harus dipilih salah satunya bukan untuk
dijalani keduanya. Meskipun tak tahu hasilnya pilihan itu harus tetap diambil
dan dijalani. Walaupun terkadang hasil yang diperoleh tak sesuai dengan
harapan.
Then took the other, as just as fair, And
having perhaps the better claim
di kesempatan yang lain saat dihadapkan pilihan yang sama terkadang lebih
memilih pilihan yang berbeda, berharap memperoleh hasil yang lebih baik. Had worn them really about the same Namun
ternyata hasilnya pun sama.
Jika hasilnya sama
mengapa harus memilih? Mungkin itu yang sering menjadi pertanyaan. In leaves no step had trodden black. Oh, I
kept the first for another day! dan yang membedakan memang sering kali
bukan apa yang diperoleh di garis akhirnya, melainkan apa saja yang kita
peroleh di perjalan dan kebijaksanaan yang semakin bertambah saat membuat
pilihan. Maukah menjadi pemilih pertama yang benar benar dari hasrat diri
sendiri, atau hanya sekedar membuat pilihan karena pilihan itu sudah pernah
dilewati banyak orang?
Two roads diverged in a wood, and I, I took
the one less traveled by, And that has made all the difference. Dan saya mengambil jalan yang sedikit orang lalui,
dan itu yang membuat semua perbedaan.
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا
“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang diusahakannya besok” (QS. Lukman : 34)
Tak
ada siapapun yang tau hasil yang diperoleh, tapi pilihan tetap harus diambil. Hasil
akhir memang sudah ada yang menentukan, jadi apapun pilihannya jalani! Coba dipikirkan!
ketika hasil sudah ada yang menentukan, lantas kau mau diam saja menunggu hasil
itu? Bukankah lebih baik menikmati setiap liku jalan yang ada sembari
membijaksanakan diri dalam proses “pengambilan” hasil itu? Dari pada hanya
menunggu? Kalau kata para pendaki, “puncak hanya bonus”.

No comments:
Post a Comment