Allah Maha Mulia, Allah Maha Adil.
Agama Allah turunkan…
Bisa
dipahami oleh orang cerdas, sebagaimana bisa dipahami oleh orang yang tidak
cerdas.
Ketika orang cerdas serius mempelajari agama,
Dan
ikhlas…
Ia
akan mudah memahami agamanya…
Ketika orang cerdas telalu MEMPERTUHANKAN
kecerdasannya,
terlalu MENGIDOLAKAN kecerdasannya.
Dia
SESAT dengan kecerdasannya itu.
Sehingga aqidah orang mukmin adalah..
Apabila Allah yang berkata..
Allah yang berbicara..
Rosulullah yang berkata dan berbicara..
SAMI’NA WA ATHO’NA
Kami
dengar ya allah..
Langsung
kami taati.
Kami
dengar ucapan rosul
Langsung kami taati.
BUKAN...
Kami dengar ya Allah..
Kami
dengar ucapan Rosul..
Kami analisa dulu pakai logika kami..
Kami analisa dulu pakai kecerdasan kami..
Baru kami atho’na.
BUKAN BEGITU!!
Campakkan kecerdasan Anda apabila sudah
berhadapan dengan perkataan Allah dan Rosul.
Tak mungkin kecerdasan Anda,
Melebihi kebenaran yang diajarkan Allah,
Melebihi kebenaran yang diajarkan Rosulillah
GAK MUNGKIN!!
Campakkannya bukan jauh-jauh…
Di belakang..
Di belakang
Al-Qur’an
Campakkan!!
Jangan di depannya.
No comments:
Post a Comment