Tuesday, January 13, 2015

Dari Seorang Teman



Dari seorang teman, yang mungkin telah mengubah jalan hidup dan kisah seseorang.

A: Pernahkah kamu merindukannya?
B: Tentu saja pernah
A: Kamu tidak pernah mencoba menghubunginya? SMS atau telpon mungkin?
B: Dulu pernah, tapi sampai sekarang terhitung sekitar dua tahun kami sama sekali tidak berhubungan.
A: Tidakkah kamu khawatir kepadanya?
B: Terkadang, tapi aku sudah yakin. Kalau pun tidak berjodoh, aku bisa apa?
A: Pernahkah kamu istikhorohkan dia?
B: Untuk apa? Aku belum berani, karena sekarang belum saatnya.

Sedikit perbincangan di atas, memang bukan murni kisah nyata dengan semua dialog-dialognya. Tapi perbincangan itu benar pernah terjadi. Dari si B, si A banyak belajar. Si A yang awalnya menemukan titik terang akan alur kisahnya dengan perempuan yang senantiasa senyumannya terekam di memori dia, kini merombak total alur kisah itu.

Sangat terlambat yang ia rasakan, dan ia sempat menyesal. Beberapa kalimat yang masih terngiang di pikirannya saat ini, “Kalaupun aku tau, lalu apa? Jika memang iya, aku bisa apa? Ini memang belum saatnya”. Beraninya dia meminta ditunjukkan jodohnya. Sekarang. Dia saja belum bisa apa-apa, kembali lagi, “jka memang iya, kau bisa apa sekarang hey?” Memang belum siap.

Untuk saat ini, cukuplah nama itu kau selipkan dalam doa-doamu. Usahakanlah sebaik-baiknya dengan menyiapkan masa depan terbaik untuk dia dan anak anakmu nanti melalui kerja kerasmu. Jika memang iya, entahlah~ sekarang kalian bisa apa?

Dari seorang teman.
 

No comments:

Post a Comment