Tidak sengaja ketika bongkar-bongkar direktori laptop hendak merapikan berkas-berkasnya, bertemu dengan dengan berkas ini. Sebuah berkas; sebuah surat tertanggal 25 Januari 2015. Surat yang tidak bisa terkirim, karena bahkan saya sendiri tidak tau dengan jelas siapa yang berhak menerimanya. Untuk itu saya harap, dia (kamu) bisa membaca surat itu di sini. Semoga!
Assalamualaikum Wr Wb
Kepada seseorang,
Yang sampai saat ini belum terpastikan namanya. Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kabar hatimu? Bagaimana kabar imanmu? Semoga saja masih dan
senantiasa dalam naungan rahmat-Nya.
Surat ini ku persembahkan untukmu yang belum terpastikan namanya. Tidak
terlalu spesial, hanya memberi kabar dan sedikit bercerita. Sekarang yang ku
rasakan hanya kebahagiaan. Aku bertemu seseorang, yang aku berharap sosok itu
adalah kamu, kamu yang belum terpastikan namanya. Sempat. Dalam beberapa malam,
selipan nama sosok itu ada di dalam doa-doaku. Semakin berharap sosok itu
adalah kamu. Kamu tahu? Aku menjadi pribadi yang semakin baik karena sosok itu.
Semakin baik. Dan semakin baik. Sampai pada suatu malam, beberapa pertanyaan
terlintas dalam pikiran, sampai sekarang. Mungkin hatiku yang menanyakannya. Jika
benar sosok itu adalah memang kamu, lantas aku bisa apa sekarang? Seperti ini
saja? Dan beraninya aku telah menceritakan harapku kepada sosok itu, dia juga
bisa apa? Di sisa malam itu, perenunganku tertutup dengan doaku, salah satunya
untuk kamu yang belum terpastikan namanya.
“Sungguh hati manusia itu lebih mudah berbolak-balik daripada air dalam
bejana yang telah mendidih. Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati,
teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”.
Sekarang yang ku rasakan hanya kebahagiaan. Jawaban itu sudah ada. Meski
awalnya perih, insyaAllah ini merupakan kunci kebahagiaan kita (aku, kamu dan
sosok itu). Pada doaku sekarang, tak ingin aku mendikte Dia lagi. Bukan meminta
sosok itu adalah kamu, namun meminta yang terbaik bagi semua. Aku dan kamu
bahagia, sosok itu pun tetap bahagia. Ikhlaskan. Terakhir pintaku padamu yang
masih belum terpastikan namanya. Tetaplah menguatkan imanmu, tetap dalam jalan
din-Nya yang penuh cahaya. Tetaplah kamu berjuang di sana, menjadi pribadi yang
lebih baik, mungkin kamu bisa belajar dengan sosok itu, karena sampai saat ini
hanya sosok itu yang aku pikirkan adalah kamu. Ku harap kamu yang sampai saat
ini belum dipastikan namanya, bersabarlah, ketika siap, aku akan menyegerakan
memanggilmu dengan nama sosok itu. InsyaAllah.
Wassalamualaikum Wr Wb
Yang sedang memperjuangkan
Siswanto
PS: Untuk saat ini, sosok itu masih orang yang sama! Dan semoga bisa kupastikan namamu segera. Ya! Segera!
Maaf juga untuk pembaca yang lain, penulis sedang dalam puncak ke-alay-annya
No comments:
Post a Comment