Monday, August 29, 2016

"ku persembahkan untukmu"



 Tidak sengaja ketika bongkar-bongkar direktori laptop hendak merapikan berkas-berkasnya, bertemu dengan dengan berkas ini. Sebuah berkas; sebuah surat tertanggal 25 Januari 2015. Surat yang tidak bisa terkirim, karena bahkan saya sendiri tidak tau dengan jelas siapa yang berhak menerimanya. Untuk itu saya harap, dia (kamu) bisa membaca surat itu di sini. Semoga!
Assalamualaikum Wr Wb
Kepada seseorang,
Yang sampai saat ini belum terpastikan namanya. Bagaimana kabarmu? Bagaimana kabar hatimu? Bagaimana kabar imanmu? Semoga saja masih dan senantiasa dalam naungan rahmat-Nya.
Surat ini ku persembahkan untukmu yang belum terpastikan namanya. Tidak terlalu spesial, hanya memberi kabar dan sedikit bercerita. Sekarang yang ku rasakan hanya kebahagiaan. Aku bertemu seseorang, yang aku berharap sosok itu adalah kamu, kamu yang belum terpastikan namanya. Sempat. Dalam beberapa malam, selipan nama sosok itu ada di dalam doa-doaku. Semakin berharap sosok itu adalah kamu. Kamu tahu? Aku menjadi pribadi yang semakin baik karena sosok itu. Semakin baik. Dan semakin baik. Sampai pada suatu malam, beberapa pertanyaan terlintas dalam pikiran, sampai sekarang. Mungkin hatiku yang menanyakannya. Jika benar sosok itu adalah memang kamu, lantas aku bisa apa sekarang? Seperti ini saja? Dan beraninya aku telah menceritakan harapku kepada sosok itu, dia juga bisa apa? Di sisa malam itu, perenunganku tertutup dengan doaku, salah satunya untuk kamu yang belum terpastikan namanya.
“Sungguh hati manusia itu lebih mudah berbolak-balik daripada air dalam bejana yang telah mendidih. Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”.
Sekarang yang ku rasakan hanya kebahagiaan. Jawaban itu sudah ada. Meski awalnya perih, insyaAllah ini merupakan kunci kebahagiaan kita (aku, kamu dan sosok itu). Pada doaku sekarang, tak ingin aku mendikte Dia lagi. Bukan meminta sosok itu adalah kamu, namun meminta yang terbaik bagi semua. Aku dan kamu bahagia, sosok itu pun tetap bahagia. Ikhlaskan. Terakhir pintaku padamu yang masih belum terpastikan namanya. Tetaplah menguatkan imanmu, tetap dalam jalan din-Nya yang penuh cahaya. Tetaplah kamu berjuang di sana, menjadi pribadi yang lebih baik, mungkin kamu bisa belajar dengan sosok itu, karena sampai saat ini hanya sosok itu yang aku pikirkan adalah kamu. Ku harap kamu yang sampai saat ini belum dipastikan namanya, bersabarlah, ketika siap, aku akan menyegerakan memanggilmu dengan nama sosok itu. InsyaAllah.
Wassalamualaikum Wr Wb
Yang sedang memperjuangkan

Siswanto

PS: Untuk saat ini, sosok itu masih orang yang sama! Dan semoga bisa kupastikan namamu segera. Ya! Segera! 
Maaf juga untuk pembaca yang lain, penulis sedang dalam puncak ke-alay-annya

No comments:

Post a Comment